bbm-habis-1

Masalah klasik yang kerap dihadapi Pertamina dan dialami oleh konsumen adalah kerap terjadinya kelangkaan bahan bakar, baik jenis premium dan pertamax di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan baker Umum (SPBU). Tentu saja, kelangkaan itu menimbulkan kerugian besar baik bagi produsen dan konsumen.

Meskipun kuantitasnya jarang, namun mengingat BBM adalah kebutuhan primer masyarakat, kelangkaan itu berdampak hebat bagi konsumen. Ironisnya, pada saat bersamaan, warga yang datang dengan membawa sejumlah derijen kosong pulang dengan derijen terisi penuh.

Pemandangan ini jelas kontra-diktif. Dan sangat wajar jika kemudian muncul spekulasi ada sabotase di tingkat SPBU antara pengelola dan pengusaha BBM 2 Tax. Karena pada saat BBM langka, harga BBM di 2 tax bisa Rp1.000-1.500 lebih tinggi dari harga normal.

Terlepas dari benar atau tidaknya spekulasi itu, namun layak menjadi cermin untuk mengawali pembenahan manajemen lebih baik ke depan seiring dengan semangat akuntablitas dan transparansi di internal pemerintahan. Tentunya ini menjadi pemicu Pertamina untuk bekerja lebih keras lagi, demi terpenuhinya kebutuhan energi kita. Sebagai perwujudan korelasi antara produsen dan konsumen yang terjewantahkan dalam bingkai “Kerja Keras Adalah Energi Kita”.

Dan slogan Kerja Keras Adalah Energi Kita pula lah yang saat ini akrab di telingan dan mata para user akhir-akhir ini. Karena kata kunci: Kerja Keras Adalah Energi Kita yang dipilih menjadi tema penulisan Pertamina Blog Contest. Dengan optimalisasi hasil pencarian di google.com

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)