Apa Salahnya Jadi Orang Miskin??

20 Jan 2010 by jejak annas,

Sejak awal kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan.

Ngomongin soal kemiskinan, saya jadi teringat beberapa bulan waktu didaulat jadi dewan juri lomba curhat kita. Salah satu peserta, Ulfah Nurrahmani, mengambil judul “apa salahnya jadi orang miskin?”. Waktu itu saya terbesit dia jadi jagoanku untuk jadi pemenang, karena ceritanya hampir terjadi dan dialami di bumi Indonesia ini. Tapi karena ada curhatan lain yang lebih heroic lagi, alhasil dia gagal jadi sang jawara.

Kalau ada yang mau tahu isi curhatan tentang apa salahnya jadi orang miskin. Tidak ada salahnya kalau kita baca karya di bawah ini. Inget, usahakan diambil pelajaran ya.

apa salahnya jadi orang miskin??keluarga-miskin

“Setelah beberapa jam duduk dan terlibat pembicaraan dengan orang-orang yang “bernafsu“ menjadi orang kaya raya yang punya mobil dan rumah mewah, Sekali aku ikut acara bisnis begituan, sikapku acuh tak acuh. Tapi lama-lama muncul sebuah gelitik pemikiran di otakku.

Iya.ya. enak ya jadi orang kaya. Apa-apa tersedia. Uang melimpah. Butuh ini itu selalu terpenuhi. I can get what I want. Tetapi selama hidupku yang setua ini (nyaris 23 tahun), hidup yang bisa aku bilang pas-pas-an ala pegawai negeri, enjoy-enjoy aja dengan segala keterbatasan dan beberapa kekurangan. Serius.

Siapa bilang? Berkeringat, capek, kelaparan, kepanasan, kehujanan, itu suatu hal menyiksa? Ga juga ah. Enjoy aja lagi. Ga makan di resto yang pakai table manner juga ga pa-pa. Kehujanan karena ga punya mantol, jalan kaki jauh karena ga punya motor…it’s a nice memory. Kenangan yang ga bakal terlupa dari ingatan. Sungguh.

Aku pikir….Allah itu adil. Orang yang serba kekurangan materi bisa tetap diberi kesempatan agar dilimpahi sebuah kenikmatan ruhani kok. Kebahagiaan (yang tidak selalu dilekatkan pada harta tahta dan wanita) diberikanNya kepada siapa saja tak perduli kaya dan miskin.

Jadi, apa salahnya sih jadi orang miskin?

Toh, Allah kan menilai seseorang bukan dari kaya tidaknya seseorang secara materi. Iya, kan? Allah menilai dari amalnya kan? Bahkan orang yang kaya itu nantinya akan mendapat deretan pertanyaan jauh lebih banyak dan njlimet di akherat nanti. Dari mana kamu dapat? Bagaimana kamu membelanjakannya?

Kalau orang miskin, kan ga bakal dapat pertanyaan semacam itu? Iya kan? Siapa bilang, orang miskin ga bias beramal? Dengan kesabaran dan keuletannya menghadapi cobaan hidup, itu bakal jadi amalnya. Iya kan?

Nha, kalau aku tarik sebuah benang merah, mengapa kemudian ada kaya dan miskin, itu kan hanya masalah “peran”. Seperti di papan catur, kita mau mengambil peran apa dalam hidup. Apakah mau jadi miskin atau jadi orang kaya. It’s our choice. Semuanya ada resiko dan konsekuensinya.

Aku jadi teringat dengan kejadian beberapa saat yang lalu. Seorang teman menjadi penanggung jawab sebuah acara social. Bisa ditebak, seperti halnya acara-acara organisasi lainnya, acara itu defisit sekian ratus ribu. Sementara itu, kas organisasi sepertinya kosong, kalau pun toh ada, masih banyak program yang lebih prioritas untuk didanai.

Akhirnya, dia kerja sendiri. Mencoba menutupi deficit dengan dagang kecilkecilan. Untung sekian puluh rupiah dikalikan 30 hari dan kira-kira baru dalam jangka waktu 5 bulan kekurangan itu dapat ditutupi. Hiks. Aku hampir nangis karena kepolosannya, ketulusannya, kesungguhannya.

Ya Allah, berapa orang Islam yang kaya sih di dunia ini hingga untuk sebuah acara yang mengagungkan namaMu harus kesusahan seperti itu. Atau memang harus seperti itu ya? Secara kasat mata, kalau melihat temanku itu, konyol banget ya. Mau-maunya nabung rupiah demi rupiah untuk sebuah kepentingan yang tidak ada kepentingan untuk dirinya sendiri.

Ah, tapi aku yakin ia melakukan itu bukan tanpa alasan. Ya, dia menanam investasi untuk akheratNya. Tidak melulu pengusaha yang bermodal besar saja yang bisa menanam investasi tetapi orang “setidak punya” dirinya bias berinvestasi untuk masa depannya di akherat nanti.

Kalau orang seperti dia mau beramal seperti itu, lalu orang yang lebih mampu daripada dia, kira-kira mau melakukan hal yang sama gak ya? Ah, aku juga tak tahu. Toh aku juga belum pernah merasakan jadi orang kaya yang biasa belanja tiap dua hari sekali di supermarket besar.

—-000—-

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar. Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. (Q.S. Luqman [31]: 33).

2 Responses to “Apa Salahnya Jadi Orang Miskin??”

  • Arian says:

    miskin bagi kebanyakan orang adalah gk punya harta dan kekayaan, padahal bukan…
    Orang miskin adalah orang yg tidak bahagia dalam hidupnya…. beruntunglah orang yang bahagia, karena dialah orang yang kaya di dunia ini…

  • Andry Panglima Kumbang says:

    Alhamdulilah….
    aku masih di beri kenyamanan dalam kemiskinan..
    semoga kemiskinan yang ku alami jadi Tabungan untuk di akherat kelak…
    benar juga yang di tulis di atas… untuk bahagia tak mesti banyak harta dan kaya raya. karena atoh Bahagia itu urusan hati.
    tetap sabar dan semangatlah wahai saudara-saudaraku yang senasib….

Leave a Reply

Cinta Terlarang, Nikah Siri dan Calon Istri

Kisah cinta lintas profesi antara lawyer Sunan Kalijaga dengan selebritis Jennifer Dunn menrik untuk diikuti. Apalagi kisah cinta antara pria

Pro atau Kontra Permen Sembiring

Lagi asyik blogwalking di kompasiana, tiba-tiba mata-mata tertuju pada banner bertuliskan Tolak RPM Konten, Mari Kita Jaga Kebebasan. Warna banner

HPN: Wartawan Juga Manusia, Pak…

Pada beberapa hari lalu, Indonesia merayakan Hari Pers Nasional. Ada makna sekaligus kebanggan tersendiri bagi para komunitas tinta dengan pemberian

Follow Me!

Follow Me! Follow Me! Follow Me! Follow Me!

jejak usang

live stream