Cerita Cinta The Jak-Viking
Perseteruan antara kedua pendukung klub sepak bola, The Jak Manis vs Viking Sejati belum usai dan terus berlanjut. Jika sebelumnya perseteruan terjadi di arena pertandingan sepak bola atau jalanan setelah bubaran, kali ini perseteruan antara pendukung dua klub sepaka bola terbesar itu merambah ke dunia facebook. Mereka saling menghujat, mencaci dan mengkerdilkan kelompok lainnya, dengan bahasa yang sudah kehilangan ruh ketimuran, sebangsa makhluk halus dan binatanpun muncul di sana.
Yups, demam facebook tampaknya sudah merambah Indonesia, khususnya untuk kalangan remaja Indonesia. Mereka menganggap kuper jika salah seorang kawannya hari gene belum memiliki account di facebook. Data internal pusat operasional Facebook, Palo Alto California, Amerika Serikat mencatat ada 2,235.280 orang yang menyatakan sebagai warga Indonesia di Facebook. Sementara di Amerika Serikat sendiri tidak kurang dari 55. .312.580 orang berwarga negaraan AS.
Secara umum manfaat facebook, setidaknya mereka menggunakan untuk mencari teman, menyimpan file tulisan dan foto, promosi barang atau jenis lainnya, catatan singkat mengungkapkan apa yang sedang dirasakan, dialami dan dilihat serta sebagai media forum diskusi. Barangkali berniat dari situ yang melandasi Mark Zuckerberg membuat situs jejaring sosial itu. Meskipun tentu saja ada konsekwesni logis yang secara otomatis mengikutinya, seperti kecanduan yang mengakibatkan lupa dengan kerjaan utamanya.
Dalam perkembangannya, khususnya di Indonesia, ternyata facebook tidak hanya sekedar manfaat di atas tadi. Tapi mengalami pembiasan atau pengembangan fungsi facebook, yaitu sebagai media dukung-mendukung kepada seseorang atau salah satu kelompok. Dalam kasus Bibi-Chandra, facebook menjelma menjadi satu kekuatan besar dalam merubah tatanan supremasi hokum, bahkan secara tidak langsung, sejatinya facebook menjadi pilar demokrasi kelima setelah media massa.
Di sisi lain, ternyata facebook juga menjadi ajang saling hujat dan mengecam antara yang satu yang lain. Dalam waktu tertentu, saya mencoba untuk browsing dan menelusuri beberapa group dan page dengan menuliskan keyword secara pendukung dua klub sepak bola, viking dan the jak. Ada ratusan group bahkan ribuan yang mengandung keyword itu.
Hal yang sama juga terjadi antara pendukung Persebaya atau Bonek dengan Persema atau Aremania. Dua massa klub sepak bola ini saling serang umpatan. bahkan dalam salah satu group pada keterangannya dengan jelas ditulis “Kami Bonek Mania tidak akan pernah berdamai ma Arewaria Jancok”…
Setelah iseng-iseng dilihat sampai pada lembar yang entah ke berapa, gue dibuat geleng-geleng kepala. Ternyata perseteruan antara pendukung dua klub sepaka bola terbesar itu merambah sampai di dunia facebook. Bedanya, di facebook mereka hanya perang opini dengan bahasa-bahasa kasar, baik melalui testimony di group maupun nama group nya sendiri. Sudah ketebak, tujuanya adalah untuk menghujat, mencaci dan mengkerdilkan kelompok lainnya, dengan bahasa yang sudah kehilangan ruh ketimuran, sebangsa makhluk halus dan binatanpun muncul di sana.
Umpatan dan saling ejek tidak hanya dalam bentuk kalimat tulisan, tapi mereka sedikit kreatif dengan membuat design gambar yang mengisyaratkan betapa kerdilnya mereka yang berseragam kaos yang tidak satu warna dengan kub sepak bolanya. Sampai detik ini saya belum dapat jawaban, titik merah yang menjadi pemicu perseteruan antara kedua klub sepak bola dengan massa pendukung besar. Mungkin kawans tahu alasannya, beri tahu saya….
Tampaknya sulit keduanya bisa akur dan berjabat tangan, jika kedua massa bersebrangan itu tetap mengedepankan ego dan dendam kesumat serta tidak ada kemauan serius dari para petinggi supporter keduanya untuk mengawali langkah positif. Betul juga orang bilang, kalau memaafkan itu jauh sangat sulit ketimbang minta maaf, meskipun sikap pemaaf banyak memberi keuntungan dari sekedar bersentuhan tangan.
Di tengah perang cacian antara kedua klub sepak bola itu, menggelitik untuk berpartisifasi di dalamnya. Ada sebuah group facebook yang dibuat seseorang, berinisiatif untuk menurunkan ego keduanya untuk berdamai dan menyuarakan cinta sesama supporter sepak bola. Group itu mengajak The Jakers dan Vikers menyudahi peseteruan dan membangun hubungan positif. Karena sungguh tidak elok, hanya karena beda klub sepak bola, warga dua kota besar bertetangga ini bermusuhan. Apalagi, apa yang ditaklidkan oleh mereka, tidak sedikitpun memberi keuntungan, kecuali kepuasan bathin dan atas nama gengsi besar.
Anyway, jika kawans termasuk orang yang setuju dan sepakat keduanya bergandeng tangan, silakan gabung di group itu dengan mengklik Damai Bersama The Jak Mania & Viking Sejati. Hidup Persija, Hidup Persib, Hidup Persikas Subang!!! Majulah Sepak Bola Indonesia!!!!
Tags: sepak bola, the jak mania, viking persib








Viking bonek kita saudra,,,, The jak Anjing Di bunuh saja!!!!!!
the jak itu anjing….
dari semua anjing-anjing
wahai the jak maniac!!!!!hancurkanlah seluruh muSuh-MUsuh mu terutama MUsuh besar the JAK yaitu Viking AnNjIiiing N Bonek Waria AnnJIng!!!!!The Jak Sampai Mati,Hidup OreN HIdup Persija!!!!!Untuk selamanya!!!
aing pendkung PERSIB…
sampai mati tetp dukung PERSIB…
PERSIB d nanti ,,,
PERSIB d hormti,,,
PERSIB sampai mati,,,
THE-JACK anjing Bau Tai…???
the-jack itu adlh smpah ibu kota.,anjing…???
kmi dri nk viking amsi akn slalu mendukung PERSIB bandung..,krna kmi asli orang sunda …!!!!~~~ the-jack itu keparat…???
viking amsi karawang.
the jack di dada qu………!
qu anggap viking sampah sehari” qu……..!
viking sjati…………!
the jack di mata gue tu taii……..!
abdi boga anjing leutik,,,,,,ku beri nma the jak,,,, dia senang berlari lari,,,,,,,,,,sambil bernyanyi nyanyi,,,,,,,,,,,,the jak anjing,,,,,,,the jak anjing,,,,,,,,the jak tai anjing,,,,,,,,,,,,the jak anjing,,,,,,,the jak anjing,,,,,,,,the jak tai anjing
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
viking bonek sama saja asal jngan the jak the jak anjing
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
catat keparat!!!!!!!111
WOooooooooY
kampungan semua……
DAMAi lebih indah
juh…..
Astagfirullah…
The Jakmania..
Viking Persib..
dan supporter lainnya..
sudahlah sudah…
jangan bikin malu negara kita dengan permusuhan kalian…
Salam Persaudaraan dari saya…
Asli Urang Sunda..!!!
Abdi ngadukung Persija
Abdi ngadukung Persib
Abdi ngadukung Persikab
Abdi ngadukung Arema
Abdi ngadukung PSMS
Abdi ngadukung Sriwijaya
nu pentingmah Indonesia boga pamaen bola anu harandal!!!
Persib Juara w kawin ma Monyet
Persib Anjing…….
nih w jak mania timoer….
OREN SEJATI BIRU TAK BARARTI…
Buat Gue
Hanya Ada Satu Kata
PERSIB JUARA
The Jack Mania Dibunuh Sajah
ewe tuh the jak jink kaya anjink…..
yang bau tai orng…..
salam dari sang pembantai the jak anjink….
KAMI INI THE JACK MANIA
KAMI SELALU DUKUNG PERSIJA
DIMANA PUN BERADA KAMI SELALU ADA
KARNA KAMI THE JACK MANIA
GIGOLO VIKING TAI ANJING
VIKING JANCOKKKKK………………………………………..
KALIAN SMWA KPARAT……
“ASU,KIRIK”
MEMBUNUH SEMUA VIKING DI DUNIA … !!!! ITULAH JIWA GW ..
Salam hangat dari sporter psis….
fuck bwt jepara
bonek ma viking sama aja,,,sama2 anjing n tikus keparat,,,,,gk bsa mnang aja sok,,,,klian tu shrusx malu,,,,gara2 klian,,,,,suporter indonesia jdi terkenal rusuh n gk dsiplin,,,,camkan tu bwt the viking anjing n bonek waria
VIKING BONEK SAMA AJE SMA SMA ANJING>>>>WAT VIKING ANJING ,MAMPUSLAH KAU KE NERAKA………………………………………………………SLAM WAT ANAK” LA MANIA,VIOLA,PASOEPATI,DLL ASAL JGN VIKING DAN BONEK KARNA DIA NTU ANJING
WOI,,,,,,,,GW EKA ZULFIKAR ANAK BOGOR,,,GW CINTA PERSIJA SAMPE MATI!!!!!!!!!!!WAT PARA VIKING ANJING ,MAMPUS LOE VIKING,,,SLM WEAT ANK” THE JAK CENGKARENG.I LOVE U TO
ga da yg mau kalah intinya sepertinya anak the jak di atas bukan mencairkan suasana…..kamu tau apa yg saya baca dari pihak viking sebaliknya…jadi biarlah toh semua itu cuma didunia maya (intinya)…
Viking Anjing, Persib Anjing… anjing sama anjing suruh berantem aja… seru…
VIKING BONEK SAMA SAJA…ASAL JANGAN THE JAK! THE JAK ANJING
Awal Mula Permusuhan THE JAK dan VIKING
Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6 berlangsung. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Dan terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru kita suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel-yel kita waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus. Dan The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu HaloHalo Bandung.
Penerimaan the Jakmania membuat kita (Viking) berniat tuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2. Dialog berlangsung lancar karena seorang Pengurus the Jakmania yang bernama Erwan rajin ke Bandung tuk bikin kaos. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik juga konon akrab banget sampe2 Erwan pernah cerita kalo dia suka sama adiknya Ayi Beutik. Melalui Erwan jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut the Jakmania di Bandung meski kita sendiri masih khawatir dengan sikap bobotoh yang lain.
The Jakmania saat itu belum sebesar sekarang. Yang nonton di Lebak Bulus aja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Jadi bersebelahan dengan Viking. Nah ajakan Viking itu langsung ditanggapi oleh the Jakmania yg memang sudah punya niat jg tuk melakoni partai tandang. Dibentuklah kemudian perencanaan, salah satunya dengan mengutus Sekum dan Bendahara Umum the Jakmania saat itu yaitu Sdr Faisal dan Sdr Danang. Mereka ditugaskan tuk melobi Panpel Persib dari mulai masalah tiket hingga tribun the Jakmania. Kebetulan Danang lagi kuliah di Bandung sehingga tempat kosnya jadi tempat kumpulnya the Jakers disana.
Karena The Jakmania belum berpengalaman mengkoordinasikan anggota tuk nonton tandang. Justru yang menjadi masalah justru bukan di koordinator kepada Panpel Persib tapi di anggota The Jakmania itu sendiri. Banyak anggota yang bandel daftar pada hari H nya. Jumlah yang tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin gimana repotnya Pengurus The Jakmania nyari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya The Jakmania berangkat baru jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan ganti ban. Disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir berangkat dengan 4 bus tambahan.
Keberangkatan The Jakmania sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yang diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket. 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar. Ada seorang Vikers yang menganjurkan the Jak tuk hadir di acara khusus pertemuan tim dengan suporternya. Faisal, Danang dan Budi ambil keputusan tuk hadir di acara itu. Disana mereka sempat bertemu Walikota Bandung, Kapolres, Ketua Panpel dan Ketua Keamanan. Mereka semua menjamin bahwa the Jakmania akan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus. Paling tidak itulah info yang gw dapet dari tim Advance The Jakmania.
1 bis pertama tiba di Stadion Siliwangi. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal tiket belum di tangan. Sayang hal yang dikhawatirkan Viking terbukti. Perlahan tapi makin lama makin banyak datanglah bobotoh nyamperin the Jak dengan sikap yang tidak simpatik. Melihat gelagat buruk ini Viking minta the Jak tuk keluar dulu ke stadion sambil menunggu rombongan berikut. Sembari menunggu, gw dan beberapa rekan dari The Jakmania ada yang melaksanakan sholat ashar dulu. Ketika selesai sholat, mulailah terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Rekan2 kita dari the Jakmania mendapatkan pukulan disana sini dengan menggunakan kayu. Salah satunya tersungkur berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini the Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion.
Rombongan besar 8 buah bis akhirnya tiba juga. Tapi karena terlambat, stadion Siliwangi sudah penuh sesak. Lagipula kita tetap tidak berhasil mendapatkan tiket. Panpel memang kelihatan salah tingkah dan berusaha mengumpulkan dari calo2 yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap the Jakmania. Gw sempet coba menenangkan dan cekcok dengan seorang rekan bobotoh yang ngambil dengan paksa kacamata anggota The Jakmania. Bobotoh itu bilang kalo dia kesal sama anak Jakarta karena mereka juga diperlakukan dengan tidak simpatik di Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di Lebak Bulus. Bobotoh tidak mau tau kalo Persijatim tu beda dengan Persija. Seingat gw kejadian ini sempat direkam foto oleh wartawan dari Tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut.
Gw lalu ngambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama the jakmania yang dateng duluan dan mengajak mereka tuk gabung ke rombongan besar. Disana gw minta maaf ke semua anggota The Jakmania karena gagal membawa rombongan sampai masuk ke stadion dan pulang dengan aman. Di situ dari Panpel juga sempat minta maaf. Namun kondisi ini tidak bisa diterima oleh seluruh rombongan The Jakmania, bahkan mereka juga tidak mau berjabat tangan dengan gw dan 2 orang Viking lainnya yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.
Ketika rombongan hendak pulang, tiba2 The Jakmania diserang lagi oleh bobotoh yang masih nunggu di luar stadion. Kondisi ini jelas tidak bisa diterima oleh The Jakmania. Sudah ga bisa masuk masih juga diserang. Akhirnya The Jakmania balas perlakuan mereka (Oknum Bobotoh). Jumlah bobotoh di luar stadion masih ratusan sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan pecahnya kaca2 mobil akibat terkena lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang, keributan mereda dan the Jakmania mulai beranjak pulang. Sempat pula terjadi bentrok beberapa kali ketika rombongan berpapasan dengan bobotoh yang pulang karena tidak kebagian tiket.
Sejak saat itulah api dendam dan permusuhan terus berkobar di kedua belah pihak. Puncaknya di acara Kuis Siapa Berani di Indosiar. Acara ini diprakarsai oleh Sigit Nugroho wartawan Bola yang terpilih menjadi Ketua Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia.
Sayang bentrokan ternyata ga bisa dihindari. Bukan gw memihak tapi faktanya memang Viking yang mulai. Mereka neriakin yel2 “Jakarta Banjir” yang dibales juga oleh the Jak. Suasana memanas hingga akhirnya terjadi benturan fisik.
Letak Indosiar di Jakarta, jadi ga heran pelan2 berdatanganlah para suporter Persija kesana. Suasana sudah tidak terkendali dan atas inisiatif Polisi dan Indosiar, Viking langsung diungsikan dengan menggunakan truk Polisi. Namun kejadian ini ternyata dah menyebar luas kemana-mana hingga akhirnya terjadilah penyerangan terhadap rombongan Viking di tol Kebon Jeruk.
Gw juga heran gimana Viking menyatakan klo hadiah menang kuis dirampok the Jak padahal hadiah itu kan belum diserahkan pihak Indosiar. Hadiah itu pun sampe sekarang ga kita terima. Saat itulah nama the Jakmania menjadi buruk. Di mata media the Jakmania tidak menerima kalah sehingga menyerang. Opini sudah terbentuk dan masyarakat di Bandung juga ikutan menghujat, sementara di Jakarta menyayangkan.
Semenjak terjadi permusuhan dengan the Jakmania, apalagi setelah kejadian Indosiar, Viking berkembang pesat menjadi suporter yang dominan di Bandung. Mereka terus menebarkan kebencian ke the Jak dengan mengeluarkan kaos2 dan lagu2 yang bersifat menghujat the Jak. Reaksi anggota the Jakmania juga heboh. Mereka rame2 bikin kaos yang balas menghujat Viking.
Sikap ini justru malah mengobarkan api kebencian suporter Persija terhadap Viking. Sehingga the Jakers banyak yang benci mereka bukan karena tau kejadian awalnya, tapi karena mereka ga suka dikata-katain terus. Belakangan Komisi Disiplin mengeluarkan larangan akan hal-hal seperti ini. Terlambat! Dan penerapannya juga ga konsisten, masih banyak yang tetap melakukannya, bukan hanya Viking atau the Jakmania tapi hampir di semua stadion di Indonesia.
Sebetulnya ada juga pihak2 yang mengusahakan perdamaian. Panpel Persib pernah berinisiatif mempertemukan the Jakmania dan Viking di Bandung. Tapi pertemuan tersebut buntu karena tidak ada niat dari Heru Joko tuk berdamai.
Perseteruan makin melebar. Semakin banyak Viking yang masuk ke website the Jakmania dan menebarkan virus kebencian … semakin banyak dan besarlah kebencian the Jakers ke mereka. Bahkan Panglima Viking Ayi Beutik sempat mengeluarkan pernyataan tuk menjaga kelestarian permusuhan ini seperti Barcelona dan Real Madrid.
Sekarang permusuhan the Jakmania kontra Viking menjadi warna tersendiri bagi sepakbola Indonesia. Seorang sutradara tertarik menjadikan perseteruan ini sebagai inspirasi dalam filmnya yang berjudul ROMEO & JULIET. Di tengah perseteruan, Viking justru kompak untuk menolak film ini dengan alasannya masing2. Ketua Viking dengan didukung anggotanya membuktikan ucapannya dengan menggagalkan pemutaran film ini. Sementara di Jakarta justru sebaliknya, meski pimpinan menyatakan akan menuntut tapi toh hampir semua bioskop2 di jabodetabek dipenuhi oleh The Jakmania yang memang sudah ga sabar menanti film ini diputar.
Nah, itulah kisah panjang tentang permusuhan 2 kelompok suporter besar di Indonesia, paling engga dari kacamata gw. Tulisan ini dibuat atas permintaan seorang bobotoh yang penasaran dengan sebab musabab permusuhan tersebut. Gw juga ga suka dengan orang yang berkomentar sinis baik terhadap the Jakmania maupun Viking. Mereka itu tidak tau apa2, bisanya cuma menghakimi aja. Ada hak apa mereka menghujat? Liat dulu kisahnya baru mereka akan berpikir dan bantu mencarikan solusi.
Klo lu tanya ke gw, masih ada ga kemungkinan damai? Jawabanya ‘bomat” alias bodo amat. Ngapain mikirin? Bagi gw damai tu bukan kata benda, tapi kata kerja. Jadi ga usah banyak ngomong, yang penting buktiin. Lebih baik mikirin KOMITMEN masing2 aja, lebih cinta mana kita sama PERSIB atau sama PERMUSUHAN DENGAN THE JAKMANIA?
viking bonex masuk surga
the jack masuk neraka.
viking bonex tetap sehati
Kalau ini mah masalah LOYALITAS az terhadap club..
tapi sy mah PENDUKUNG PERSIB sejati…
jadi sy mah gag PEDULI..
yang PENTING PERSIB jadi JUARA…
VIKING TANGERANG WAS HERE
yahhh mun urangmah moal meuli mun euweuh nu ngajual… hidup pearsib
Sepakbola Indonesia ramai bukan karena permainan sepak bola nya, tapi ramai karena ulah suporter nya…
75% suporter
25% sepakbola…
Padahal mah, Mun eweh Sepak bola moal aya Suporter !!!
Tapi itulah yang terjadi…
masalahnya keberanian untuk menghujat ituh jadi berlipat jika masuk ke ranah maya…
salam damai buat seluruh supporter d INDONESIA … terutama BONEK … BONEK VIKING kita saudara untuk selamanya …
kami (viking) tidak punya musuh selain the jak (jablay) .