Pantat Anggodo adalah Wajah Indonesia

9 Nov 2009 by jejak annas,

kcbDugaan kriminalisasi pimpinan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) nonakti Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah bagaikan bola salju langsung berkembang luas di masyarakat dan menjadi materi perbincangan, obrolan dan rumpi di sejumlah kesempatan dan tempat.

Boleh jadi berita tentang dua pimpinan KPK itu menduduki peringkat atas, dan menjadi satu-satunya berita yang cepat sampai dan menjadi perhatian masyarakat. Artinya kasus KPK yang digadang-gadang adalah persetreuan Cicak Vs Buaya ini, sekaligus menyingkirkan berita panas dan ganas seputar kedatangan Maria “Miyabi” Ozawa dan peredaran video mesum pelajar dan remaja.

Semua kalangan dan element masyarakat angkat bicara menyatakan persoalan itu, meskipun keyakinan saya, belum tentu mereka, kita dan saya mengerti betul perkara yang sedang naik daun itu. Tidak hanya perang urat syaraf perkara dugaan kriminalisasi itu sudah merambah dunia maya.

Tidak hanya di web atau blog, perang saling dukung mendukung terhdap KPK vs Polri yang diposisikan sedang berperkara itu merebak di situs jejaring pertemanan, Facebok dan Twitter. TIdak kurang dari 10 group yang menyatakan dukungan untuk Bibit & Chandra, demikian halnya dukungan untuk Kapolri. Bahkan ada group facebook yang berada di posisi tengah-tengah, alias mendukung pengusutan kasus Bibit & Chandra yang dilakukan Polri.

Klimaksnya, pada hari Rabu (4/11) saat pemutaran rekaman penyadapan pembicaraan antara Anggodo Widjaja dengan sejumlah pejabat penegak hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) dan pada saat digelarnya rapat dengar pendapat antara Komisi III DPR dengan Kapolri pada dua hari setelah pemutaran rekaman. Kedua moment itu semakin memancing kelompok-kelompok yang pro dan kontra dari kedua belah pihak.

Di luar perdebatan itu, saya justru mengerutkan dahi. Betapa reaksionalnya masyarakat kita. Kedua belah pihak (dan pendukungnya) mengklaim pihaknya lah yang benar sementara yang lain salah. Tidak cukup sampai di sana, kerap kata-kata yang melemahkan dan mengkerdilkan antara satu dengan yang lainnya kerap muncul dari siapa saja.

Padahal dengan terbongkarnya perkara terebut yang diduga melibatkan sejumlah oknum pejabat lembaga hukum dalam rekaman penyadapan di Mahkamah Konstitusi itu, sejatinya sudah meruntuhkan Indonesia di mata dunia. Betapa hebatnya pejabat kita, dengan tugas memerangi korupsi justru mereka sendiri terlibat dalam kasus yang sejatinya dia perangi. Pemandangan itu sungguh amat lah wajar, dan sebagai pembuktian bahwa Indonesia memang pantas menyandang salah satu Negara terkorup.

Tentu saja dampaknya adalah kepercayaan luar negeri terhadap Indonesia lambat laun berkurang, karena muncul kekhawatiran menaruh dana di Indonesia akan bernasib sama seperti nasabh Bank Century atau digarong oleh penjaganya. Tentu saja untuk merubah image yang sudah kadung jatuh itu, butuh waktu bertahun-tahun.

Belum juga upaya “penyembuhan” dari Negara korup, buruknya nama Indonesia di mata dunia diperparah lagi dengan reaksi para pejabat dan elitnya. Saling menyalahkan, saling menyudutkan, saling merendahkan, saling mengkerdilkan, padahal tanpa disadari aksi-aksi itu sudah merendahkan martabat Negara yang sejauh ini menggaji dan mencukupi kebutuhan keluarga mereka.

Hari ini Indonesia memang sudah bugil dan ditelanjangi oleh anak bangsa “terbaiknya”. Karena ketelanjangan itu pula lah, mahkota dan martabat suatu bangsa yang terletak pada penegakan supremasi hukum dan etika serta moral warganya menjadi tontonan masyarakat dunia, bahkan yang lebih mengiris hati menjdai tontonan bagi rakyatnya sendiri, termasuk penghuni lembaga pemasyarakat yang divonis puluhan tahun akibat mencuri nasi karena nasinya “dicuri” Negara.

Tags: , ,

6 Responses to “Pantat Anggodo adalah Wajah Indonesia”

  • ade sholihin says:

    Mmalukn, mprihatinkn, mgeramkn, me.., me…, me…, tpi yg jlas kta ptut mnyambut tkuaknya borok2 sistem pnegakn hkum di ngri ini .. Kta hrs mberikn ktribusi nyata kpd phak2 yg tngah b’upaya m’uak tbir kgelapn ini… Ayo rpatkn brisan, satukn pdangan, triakn merdeka dri sgala bntuk pdzoliman … Namun perlu diingat kawan .. Kta jngn tkecoh oleh phak2 yg akan mbiaskn proses rformasi spremasi hkum ini yg hmpir bhasil mbongkar kbobrokn ..

  • sayangnya masih banyak yang menganggap kasus ini sebagai kasus “biasa”. Padahal ini sebuah cerminan kondisi yang sudah akut.

  • Alfarel says:

    gemassssss

  • Lala Rahman says:

    Biarkan hukum brjalan sesuai rulenya. Kita tunggu ending dr masalah ini. Saling menghujat, caci maki & perang opini bukan jln keluarnya. No Cicak, No Buaya, kehormatan nama bangsa di atas segalanya…jgn menjatuhkan martabat bangsa di mata dunia hanya karena perseteruan ini..satu hal, jgn merasa paling benar, krn kita cuma manusia biasa, bukan malaikat suci. Kebenaran hakiki hanya milik DIA Sang pemilik alam raya…

  • Dwiyan says:

    jadi geli sendiri dan menggelengkan kepala melihat perseteruan mereka. Hanya bisa berdoa cepat kelar :)

  • wira says:

    semoga kasus ini cepat kelar deh… rakyat sudah capek…

Leave a Reply

Wisma Karya Subang For Rent????

Wisma Karya Subang For Rent????

Kayaknya masyarakat yang ber-KTP Subang harus diragukan kalau belum tahu Wisma Karya, apalagi anak-anak mudanya. Kampungan dan kagak gaul banget

Anak Aceh Gegerkan Dunia

Anak Aceh Gegerkan Dunia

Masyarakat Indonesia, mungkin tidak banyak yang tahu sosok Martunis, 13, siswa kelas 2 SMPN 8 Banda Aceh. Namun di Portugal,

Selamat Tinggal Subang...

Selamat Tinggal Subang…

Setelah tiga tahun lebih delapan bulan menjalankan tugas jurnalis untuk Seputar Indonesia di Kabupaten Subang, terhitung sejak hari Minggu, tanggal

Horor-Komedi Koq Blue Film !!!

Horor-Komedi Koq Blue Film !!!

Dalam tiga bulan terakhir, sejak Desember lalu hingga Februari mendatang, cineas Indonesia sedikitnya sudah memproduksi empat film bergenre horror-komedi. Sekadar

Menuju Kematian Seni Tradisi

Menuju Kematian Seni Tradisi

Membicarakan potensi Kabupaten Subang tampaknya tidak akan ada habisnya. Setelah menyuguhkan para wisatawan dengan aneka obyek wisata alami yang eksotik,

Follow Me!

Follow Me! Follow Me! Follow Me! Follow Me!

jejak usang

live stream