Tidak banyak orang yang mengenal Kabupaten Majalengka. Bahkan dari pengalman pribadi saya, orang lebih banyak mengenal kata Majalengka adalah Cicalengka yang ada di Bandung sana atau salah satu daerah yang ada di Kabupaten Cirebon. Dalam versi lain, ketika mendengar Majalengka, orang lebih mengenalnya Kadipaten atau Jatiwangi, padahal sejatinya dua daerah itu daerah yang ada di Kabupaten Majalengka.
Miris juga, namun itulah kenyataan yang harus saya terima sebagai salah satu warga yang lahir di Desa Bantarwaru Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Apapun, saya tetap bangga dan akan mencintai Majalengka. Percaya diri menyebut asala dari Majalengka, jauh lebih elehgan ketimbang mengaku atau mendompleng daerah lain. (continue reading…)













Hari ini tidak cari dan bikin berita. Hari ini hanya menyimak sejumlah pemberitaan tentang perseteruan Indonesia Vs Malaysia di berbagai media. Setelah disakiti dengan klaim dan pencurian puluhan budaya seni Indonesia, kini Malaysia menghina dan melecehkan symbol bangsa Indonesia.
Hari ini tak bicara berita. Tapi tentang cinta dan cita untuk kampung halaman yang sudah sejak puluhan tahun lalu tak lagi aku tetapi. Maklum dari lulus MTsN di Bantarwaru tahun 1995 lalu, saya langsung nge-rantau di Jakarta. Dan hari ini, bulan Ramadan yang ke 14 di daerah rantau.
Hari ini mencari dan mendengar berita. Kemarahan masyarakat dan pemerintah Indonesia atas aksi klaim dan pencurian seni-budaya Pendet dan kawan-kawan yang dilakukan Malaysia tidak hanya terjadi di media. Jika sebelumnya “perang” melibatkan para hacker, sekarang aksi kebencian terhadap Malaysia menjelma virus computer.
Ada berita di globaltv sore Selasa (25/8), 


