Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata. Aktivitas masyarakat di kota pun terlihat berkurang. Jalan-jalan mulai lengang. Para pekerja sudah berancang-ancang mengambil cuti panjang. Tiket-tiket sudah habis dipesan. Semua demi satu tujuan, berkumpul bersama keluarga di hari raya.
Bagi masyarakat urban, acara mudik ke kampung halaman adalah ritual yang dilakukan setiap tahun. Macet di jalan bukanlah rintangan. Tak jadi soal perjalanan jadi lebih panjang daripada hari-hari biasanya. Nah, bagi mereka yang tak sempat mudik dan ingin menyampaikan melalui sms ucapan iedul fitri, ke keluaerga besar, sahabat, rekan kerja, atau kawan di sekolah. berikut ini sms ucapan sederhana tapi syarat makna… (continue reading…)













Menjadi seorang pemimpin adalah hak setiap warga Negara. Setiap individu punya hak dan boleh menjadi pemimpin. Kendati BISA menjadi seorang pemimpin itu tidak dimiliki oleh semua individu. Untuk bisa menjadi seorang pemimpin, tentu saja didasari oleh pengalaman, pengalaman memimpin adalah harga mati. Harga hidupnya adalah pengalaman menjadi individu yang bisa dipimpin. Sederhannya adalah, bagaimana kita bisa memposisikan diri sebagai pribadi yang siap dimpimpin dan siap memimpin.
Beberapa waktu lalu, sekitar pertengahan Januari 2010 lalu tampilan blog berbayar saya berubah total. Tak ada wajah ganteng yang di sebelah kanan atas, dan tak lagi ada dua kata yang cukup melekat untuk identitas saya. Sebaliknya, tampilan akun saya justru terlihat lebih slim dan bersih dari banyak kalimat. Satu-satunya yang muncul hanya
Siang itu di penghujung bulan Juli, beberapa hari setelah saya mendarat (lagi) di Kabupaten Subang, tercetus ide untuk membuat agenda blogger subang di bulan ramadan. Sambil menunggu hidangan di rumah makan ayam kremes jalan otista, subang, terlintas nama unik untuk agenda itu, Pesantren Ramadan Multimedia. Entah serius atau tidak, mang kiki m iqbal dan mang oki mersepon dengan anggukan kepala dan kata iya.
Yeah tepat memasuki pekan kedua bulan puasa Ramadan 1431 H akhirnya bisa menikmati hari-hari bulan Ramadan bersama keluarga juga. Maklum saka seminggu jelang Ramadan, saya meninggalkan getsa dan bunda ipiet di pondok aren. Waktu yang sebenarnya sebentar, tapi bisa menjadi bertahun-tahun dan menyiksa ketika naluri kepala rumah tangga mulai bicara.
Sebelum Koran Lampu Merah akhirnya redup, sempat muncul guyonan di warung kopi, kalau saja Koran itu itu diperas, maka sari pati dari belasan halaman Koran itu adalah air mani dan darah. Alasannya, karena harian lamer itu getol memberitakan kriminalitas dan pemerkosaan.


